Sofa Kain Atau Sofa Kulit, Simak Cara Perawatan Mereka Berikut Ini Sebelum Memilih!

Sofa berperan penting membuat kenyamanan ruangan di rumah Anda tetap terjaga, setuju? Karena itu, sangat wajar jika pemilik rumah pada umumnya tidak akan tergesa-gesa saat memilih sofa terbaik untuk hunian mereka. Selain beberapa pertimbangan paling mendasar seperti ukuran, motif dan warna, bahan sofa tidak kalah penting untuk dipikirkan baik-baik.

Sofa kain atau kulit? Salah satu cara mudah untuk membantu proses memilih adalah dengan mempertimbangkan cara perawatan kedua jenis sofa ini. Ya, tentunya langkah menjaga kebersihan keduanya tidak bisa disamaratakan terlebih lagi saat mimpi buruk setiap pemilik sofa menjadi nyata: terkena tumpahan cairan atau remah-remah makanan!

Berikut 4 perbandingan cara perawatan sofa kain dan kulit sebelum memilih mana yang cocok untuk menjadi bagian dari hunian nyaman Anda.

Image Credit: silvercoastcompany.com
Image Credit: silvercoastcompany.com

1. Karakter keduanya

Memahami karakter kedua jenis sofa ini penting sebelum masuk ke dalam pembahasan cara perawatan mereka. Meskipun keduanya berkesempatan sama memberikan kenyamanan pada ruangan di rumah Anda, tahu dan paham tentang karakter keduanya dapat membantu Anda mengerucutkan bahan pertimbangan Anda sebelum memilih.

SOFA KAIN
Dari segi kenyamanan, sofa kain banyak dipilih karena bahan kain umumnya lebih adem dan lembut. Selain itu, sofa kain juga tidak sensitif sofa kulit yang rawan memiliki bekas goresan. Anda juga punya lebih banyak pilihan dalam hal motif ketimbang sofa kulit yang umumnya hanya tersedia dalam berbagai jenis warna. Karakter mendasar lainnya adalah dari segi harga; sofa kain relatif lebih murah dari sofa berbahan kulit.

SOFA KULIT
Hypoallergenic, sofa berbahan kulit idealnya lebih aman untuk mereka yang memiliki alergi tertentu bila dibandingan dengan sofa kain yang lebih mudah dihinggapi debu, bulu hewan peliharaan serta berbagai elemen pemicu alergi lainnya. Dari segi penampilan, umumnya sofa kulit mampu lebih mudah membuat ruangan terkesan lebih elegan. Selain itu, jika Anda rajin dan teliti merawatnya, sofa kulit juga cenderung lebih awet karena bahannya yang tergolong solid. Sebaliknya, keriput serta keretakan disana-sini tentunya rawan terjadi jika terjadi kesalahan pada perawatan.

Image Credit: roomstogo.com
Image Credit: roomstogo.com

2. Saat terkena tumpahan minuman atau makanan

Kain atau kulit, selalu ada kemungkinan hal ini terjadi pada sofa Anda. Langkah pertolongan pertama keduanya pun berbeda.

SOFA KAIN
Umumnya sofa berbahan kain memiliki manual tersendiri yang memberikan Anda petunjuk bagaimana cara membersihkannya. Dalam banyak situasi, panduan ini dirangkum dalam 4 kode berikut ini: W (sofa dapat dibersihkan dengan air), S (sofa hanya dapat dibersihkan dengan zat pembersih pelarut), WS (Anda dapat memilih metode W atau S), X (sofa hanya dapat dibersihkan dengan vacuum cleaner/penyedot debu saja). Berikut adalah pertolongan pertama saat sofa kain berlabel W atau WS Anda tertumpah minuman atau makanan:

  • Vakum terlebih dahulu area yang terkena dampak tumpahan.
  • Siapkan cairan berupa air bersih (pilihan terbaik adalah air suling. Panduan membuat air suling DIY, klik di sini), satu sendok makan deterjen cair, serta satu sendok makan cuka.
  • Tekan-tekan permukaan yang terkena noda dengan kain yang sudah dibasahi dengan cairan di poin sebelumnya. Jangan terlalu keras atau digosok karena dapat merusak kain pada sofa.
  • Beri rentang kurang lebih 15 detik lalu tekan-tekan permukaan dengan kain bersih lainnya yang sudah dibasahi dengan air bersih atau air suling.
  • Ambil satu lagi kain bersih kering untuk menekan-nekan kembali permukaan yang terserang noda.
  • Keringkan dengan menggunakan pengering rambut atau kipas angin.

SOFA KULIT

Tidak banyak berbeda dengan sofa kulit, biasanya sofa kulit juga memiliki petunjuk tersendiri terkait cara membersihkannya. Namun secara garis besar, ini cara terbaik yang dapat Anda lakukan saat sofa kulit Anda tertumpah makanan atau minuman.

  • Segera tepuk-tepuk dengan kain bersih yang sudah dilembabkan dengan air. Ingat, sebatas tepuk-tepuk! Menyeka atau menggosok area kotoran beresiko kotoran menyebar dan membuat warna pada sofa pudar.
  • Jika noda tergolong lebih serius, Anda dapat menggunakan cairan pembersih khusus sofa berbahan kulit. Ikuti petunjuk yang tertera pada produk tersebut.
Image Credit: couchcleaning.com
Image Credit: couchcleaning.com

3. Cairan pembersih

Karena karakter yang tergolong jauh berbeda, dua jenis sofa ini memerlukan campuran yang berbeda saat proses bersih-bersih keduanya.

SOFA KAIN

Tisu basah sebenarnya bisa menjadi pilihan pertama yang cukup baik saat membersihkan kotoran dari noda yang bersifat baru. Cairan yang ada di dalamnya mampu membersihkan permukaan sofa yang terkena noda tanpa harus membuatnya terlalu basah. Namun selain cairan pada tisu basah, berikut adalah jenis campuran lain yang dapat Anda gunakan untuk menghilangkan noda pada sofa Anda:

 

  • Deterjen cair. ¬†Anda dapat campurkan deterjen cair dengan air hangat dan biarkan sampai keduanya menghasilkan busa yang cukup untuk membantu membersihkan noda pada permukaan sofa. Jenis deterjen cair yang paling cocok adalah yang diperuntukan untuk kain yang berbahan kulit (softener).
  • Cuka. Cuka cocok untuk noda pada pembungkus sofa berbahan kain. Kadar di dalamnya dapat membantu memudarkan bekas noda yang tergolong lebih bandel. Kekurangannya hanya pada bau menyengat yang dihasilkan namun Anda dapat mengakalinya dengan memastikan jendela rumah atau sistem edar udara di rumah dalam kondisi maksimal saat proses pembersihan.

 

SOFA KULIT

Jika noda yang ditangani tidak tergolong parah, sofa kulit sebenarnya tidak begitu memerlukan cairan dengan campuran yang rumit. Bahkan sebatas kain yang sedikit dibasahi air pun terkadang sudah mampu menjadi  menjadi solusi. Namun berikut dua jenis cairan yang dapat Anda pergunakan saat noda tersebut tergolong lebih bandel.

 

  • Cairan khusus pembersih bahan kulit. Anda dapat mudah mencarinya di toko-toko perangkat rumah tangga.
  • Kondisioner atau pelembab khusus bahan kulit. Cairan ini digunakan usai proses pembersihan agar kelenturan kulit pada sofa terjaga dan lebih terhindar dari resiko retak-retak pada permukaannya.
Image Credit: microfibercouchcleaning.com
Image Credit: microfibercouchcleaning.com

 

4. Langkah perawatan rutin

Masuk ke dalam pembahasan utama yakni bagaimana proses perawatan keduanya agar tetap bersih dan awet berfungsi dengan baik untuk hunian Anda.

SOFA KAIN

  • Setidaknya satu kali seminggu, pastikan Anda menyedot debu-debu pada sofa berbahan kain. Debu yang dibiarkan terlalu lama menumpuk lambat laun membuat sofa kotor dan berubah warna menjadi keruh.
  • Kalau memungkinkan, rutin dua minggu sekali mencuci sarung luar pada sofa serta bantal-bantalnya. Selain menjaga kesegaran sofa, sarung yang bersih juga membuat sofa lebih awet karena terhindar dari kotoran serta kuman-kuman membandel lainnya.
  • Selain saat tertumpah noda, Anda juga perlu setidaknya dua minggu sekali memeriksa kebersihan sofa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada permukaan yang terkena bercak atau noda khususnya yang Anda tidak ketahui penyebabnya. Terlebih lagi jika noda ini diakibatkan oleh cairan yang bersifat manis. Jika dibiarkan, selain berdampak buruk bagi keawetan sofa (dari warna serta fungsinya), hal itu juga dapat mengundang serangga khususnya semut dan berujung membuat sofa Anda kehilangan kenyamanannya.

SOFA KULIT

  • Hal penting pertama yang perlu Anda ketahui terkait perawatan sofa kulit adalah fakta bahwa bahan kulit memiliki minyak alami yang berfungsi melindungi bagian permukaannya yang akan terkikis seiring pemakaian. Untuk menanggapinya, Anda perlu rutin dua sampai satu bulan sekali memberikan pelembab atau kondisioner khusus pada permukaan kulit agar bahan kulit terus dapat terangsang untuk memproduksi minyak alami.
  • Sofa kulit juga tidak terhindar dari debu-debu nakal. Bersikan debu-debu pada sofa kulit setiap seminggu sekali dengan sikat berbulu halus. Jika Anda ingin menggunakan penghisap debu, pastikan sikat-sikat pada ujungnya juga halus agar tidak menggores permukaan sofa kulit yang tergolong sensitif.
  • Lap permukaan sofa secara menyeluruh dengan kain yang sudah dibasahi secukupnya lalu oleskan kondisioner atau pelembab khusus agar permukaan sofa tidak cepat usang dan retak.
Image Credit: zimmber.com
Image Credit: zimmber.com

Dengan berbagai pertimbangan di atas, sudah memutuskan sofa berbahan apa yang akan mengisi hunian nyaman Anda nantinya?

Hanya dengan satu kali klik di sini, Anda terhubung oleh sejumlah penyedia jasa profesional pembersihan sofa rumah dan perabot lainnya. Kain atau kulit, Anda pun tidak perlu lagi memikirkan perawatannya karena sudah berada di tangan para ahli hanya di Beres.id.

button request jasa