Menjelang Musim Hujan, Berikut 6 Tips Agar Dinding Rumah Tidak Lembab

Snap! Tidak berlebihan rasanya untuk berpikir “rasanya baru kemarin kita rayakan pergantian tahun baru kala itu” karena tanpa sadar kita telah memasuki awal dari kuarter terakhir di tahun 2018. Gerimis-gerimis kecil pun kian sering berjatuhan seiring datangnya musim penghujan. Inilah sinyal yang tepat bagi kita untuk menambah proteksi agar dinding rumah tidak lembab yang berujung rumah apek dan bau. Simak tips berikut agar dinding rumah tidak lembab dan siap menghadapi musim penghujan!

Image Credit: Youtube
Image Credit: Youtube

1. Tutup bagian retak

Langkah yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan pengecatan ulang. Hal yang wajar jika lambat laun dinding mengalami keretakan khususnya di bagian sekitar pintu atau jendela. Jangan dianggap remeh karena celah pada mereka adalah akses bagi kotoran dan kadar air berlebih, hal yang perlu Anda tangani agar dinding rumah tidak lembab. Periksa bagian-bagian retak tersebut dan tambal.

2. Bersihkan dinding dari jamur

Satu lagi langkah yang penting untuk Anda lakukan sebelum mempertimbangkan untuk melakukan pengecatan ulang. Anda perlu memastikan dinding rumah tidak lembab dan telah bersih dari jamur yang menempel. Meskipun dinding terlihat bersih, tetap lakukan pembersihan karena kotoran pada dinding juga dapat terhindar dari daya pandang. Dinding yang kotor saat dicat hanya akan mempercepat proses kelembaban terjadi lebih cepat. Klik di sini untuk tips dan trik membersihkan dinding dengan peralatan sederhana di rumah.

Image Credit: Don Pedro
Image Credit: Don Pedro

3. Lakukan pengecatan ulang

Usai melakukan dua langkah yang disebutkan sebelumnya, Anda dapat melakukan pengecatan ulang dinding rumah Anda baik di dalam maupun di luar. Lebih baik lagi jika Anda terlebih dahulu melapisinya dengan sealer. Beres pernah bagikan tips pengecatan untuk hasil yang optimal dari mulai tips pemilihan cat yang tepat, tips agar dinding rumah tidak lembab hingga cara eksekusi pengecatan yang benar. Baca selengkapnya di sini.

Image Credit: dekoruma
Image Credit: dekoruma

4. Pastikan kelayakan ventilasi udara di rumah

Pikirkan kembali apakah layout rumah Anda saat ini sudah mengizinkan sirkulasi udara untuk berjalan maksimal tanpa kendala. Anda dapat memulai dari kelayakan fisik jendela rumah Anda dan lakukan tindakan perawatan dari mencuci gorden hingga mengganti kayu jendela apabila sudah ditemui tanda-tanda pelapukan. Jika Anda merasa rumah Anda masih belum memiliki cukup jendela atau celah terjadinya pertukaran udara yang baik, jangan ragu untuk segera memperbaiki keadaan dengan pengadaan jendela atau celah baru. Lebih baik merogoh kocek lebih dalam ketimbang rumah yang mudah apek dan berujung memiliki dinding yang ditempeli banyak kotoran serta kuman pembawa penyakit.

button request jasa

Image Credit: Allure Flooring
Image Credit: Allure Flooring

5. Jaga kebersihan lantai

Lantai juga harus selalu dijaga kebersihannya. Jika lantai tidak bersih, kotoran yang ada padanya lambat laun akan merembet ke dinding dan menyebabkan lembab hingga penumpukan jamur. Selain dibersihkan, pastikan juga celah-celah pada ubin lantai tertutup dengan baik karena mereka juga dapat menjadi saluran masuknya kotoran dari bawah tanah untuk kemudian menghinggapi dinding pada rumah.

Image Credit: Sekilas Info
Image Credit: Sekilas Info

6. Gunakan penghisap asap dapur

Proses memasak besar umumnya mengundang asap atau uapan masakan yang membuat seisi rumah pengap. Tidak hanya itu, residu-residu makanan yang dimasak itu pun kemungkinan besar akan menghinggapi dinding rumah Anda. Lama kelamaan, dinding akan mengkusam dan terlampau lembab hingga berbau apek. Rogoh kocek Anda untuk membeli penghisap asap dapur untuk menghindari skenario yang baru saja disebutkan terjadi.