Hati-hati, 9 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kasur Cepat Rusak

Kasur pada umumnya bukanlah barang yang murah. Namun investasi pada kasur yang kualitas baik tentu memberikan Anda jaminan tidur nyaman selama beberapa tahun ke depan. Biasanya umur kasur berkisar dari lima hingga sepuluh tahun meskipun semua kembali lagi dari bagaimana Anda merawatnya. Dari mulai metode pembersihan hingga perawatan, kenali 9 kebiasaan yang dapat membuat kasur cepat rusak. Simak juga alternatif yang lebih tepat akan cara memperlakukan kasur di rumah Anda.

Image Credit: dekoruma
Image Credit: dekoruma

1. Kasur tidak dilengkapi lapisan pelindung matras

Salah satu alasan umum lapisan pelindung matras belum menjadi pilihan pertama bagi para pemilik kasur ialah sejarahnya sebagai hal yang cenderung kaku dan menjadi penghalang tubuh dengan kasur yang sebenarnya sudah sangat empuk. Namun tidak perlu khawatir, lapisan pelindung matras yang kini dijual di pasaran memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Selain tidak kalah empuk, lapisannya yang kini cenderung lebih tipis juga kini umumnya dilengkapi dengan permukaan yang kebal tumpahan air dan mudah dibersihkan jika tertempel debu atau remahan makanan. Jadi bagi Anda yang gemar ngemil atau tergolong ceroboh ( atau gabungan keduanya! :p ), ini patut dijadikan solusi.

Image Credit: CNN
Image Credit: CNN

2. Jarang mencuci sprei atau bed cover

Tidak sebatas perkara remahan makanan, saat tidur sekujur tubuh dari rambut ke kaki juga dapat menghasilkan minyak, keringat, sel-sel rambut dan kulit yang jatuh dan menempel di kasur. Hal-hal tersebut lama kelamaan akan berubah menjadi peternakan bakteri yang berujung pada berdatangannya para kawanan tungau. Cuci sprei dan bed cover secara rutin setidaknya dua minggu sekali meskipun Anda menggunakan pelindung matras sekali pun. Pelindung matras itu sendiri saja butuh untuk dicuci setidaknya dua atau tiga kali dalam setahun.

Image Credit: american kennel club
Image Credit: american kennel club

3. Sering membiarkan binatang peliharaan berada di atas kasur

Poin yang mungkin sulit diterima bagi Anda orangtua si anak berkaki empat. Namun Anda patut berpikir ulang sebelum memulai atau mempertahankan kebiasaan satu ini. Hewan peliharaan, lepas dari seberapa besar ukuran mereka, tetap seperti kita yang rentan menyebarkan bakteri pada kasur. Selain itu, pikirkan juga bagaimana repotnya nanti saat mereka buang air besar atau kecil sembarangan di kasur.

Image Credit: sleep junkies
Image Credit: sleep junkies

4. Memutar balik kasur

Biasanya, tujuan mereka memutar balik kasur ialah untuk menyeimbangkan kedua permukaan kasur. Mungkin hal itu ada benarnya jika kasur Anda dilengkapi dengan per ganda. Namun jika tidak, itu hanya akan membuat kasur cepat rusak. Apapun jenis kasurnya, memutar kasur setiap 2 hingga 6 bulan sekali tetap dinilai perlu namun hanya 180 derajat saja. Ini dikatakan sebagai cara untuk mempertahankan kekokohan kasur khususnya di wilayah yang sering Anda tiduri.

Image Credit: clickin moms
Image Credit: clickin moms

5. Melompat di atas kasur

Dengan alasan sederhana: terancamnya kualitas per kasur Anda. Bukan hanya si kecil yang perlu Anda ingatkan, namun Anda dan anggota lain di rumah pun perlu saling mengingatkan. Tanpa sadar kita sering lalai berlama-lama berdiri di atas kasur untuk keperluan memasang pajangan dinding, jam, atau sekadar membuat diri lebih tinggi untuk mencapai langit-langit saat membersihkan kamar.

Image Credit: webMD
Image Credit: webMD

6. Tidak waspada dengan keberadaan kutu kasur

Kasur yang nampak bersih bukan berarti terbebas dari keberadaan kutu kasur dan jenis hama lainnya yang umumnya juga sulit dilihat dengan mata telanjang. Selalu rutin lakukan inspeksi untuk mencegah terjadinya indikasi buruk lain yang berujung kasur cepat rusak. Sebelumnya kami pernah membahas 7 pertanda keberadaan kutu kasur di rumah, klik di sini untuk mengetahui informasi selengkapnya.

Image Credit: TreeHugger
Image Credit: TreeHugger

7. Kurang pencahayaan sinar matahari

Kasur butuh siraman sinar matahari yang cukup untuk mengangkat kotoran yang mungkin sebelumnya sulit dijangkau oleh penyedot debu. Hal ini juga dapat menghilangkan bau serta mengatur kelembaban debu agar tidak lagi menjadi sarang empuk bagi kutu kasur dan hama lainnya. Bagi Anda yang tidak memungkinkan untuk dapatkan sinar matahari langsung ke kamar, menjemur manual tentunya dapat menjadi alternatif yang baik. Tenang, tenaga yang dikeluarkan untuk melakukan hal ini sebanding dengan kenyamanan yang Anda akan peroleh ketika kasur kembali bersih dan wangi!

Image Credit: DormCo
Image Credit: DormCo

8. Menggunakan sprei yang menjuntai ke lantai

Rupa kasur memang cenderung menjadi lebih cantik dan elegan ketika dipasangi sprei megah dan menjuntai hingga ke lantai kamar. Namun sayangnya, hal itu justru memudahkan kotoran, debu dan khususnya bakteri yang menempel di permukaan lantai lebih cepat merambat ke atas kasur. Selain jadi lebih mudah kotor dan butuh lebih sering lagi dibersihkan, resiko kasur cepat rusak pun lebih tinggi.

Image Credit: Expert Home Tips
Image Credit: Expert Home Tips

9. Salah metode pembersihan

Semua skenario di atas bermuara pada satu hal yakni bagaimana Anda membersihkan kasur Anda. Umumnya, setiap produsen mencantumkan cara atau panduan bagi kita untuk membersihkan kasur keluaran pabrik mereka. Mengingat masing-masing kasur memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, cara membersihkannya pun beragam. Jika Anda salah membersihkannya, kerusakan pada kasur itu sendiri pun adalah resiko yang tidak bisa dihindari.

Jika menurut Anda membersihkan kasur adalah hal yang terlalu beresiko untuk dilakukan sendiri di rumah atau sebatas karena waktu tidak berpihak pada Anda, jangan ragu untuk serahkan kepada tenaga profesional terpercaya. Beres.id dapat menghubungkan Anda ke beberapa di antaranya yang dapat Anda pilih. Klik di sini untuk memulai pencarian, bandingkan harga serta penawaran, dan mulai lakukan pemesanan.

 

button request jasa