5 Masalah Umum Plambing Di Rumah Serta Solusi Yang Bisa Dilakukan Sendiri

Situasi ketika saluran pipa air di rumah bebas dari masalah berbanding lurus berbanding lurus dengan kesempatan Anda memiliki pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pemilik rumah mana yang tidak mengidam-idamkan hal ini? Namun sayangnya, kenyataan tidak melulu semanis itu. Pipa air kerap menjadi masalah yang membuat garuk kepala (dan badan!) ketika sampai mengancam keberadaan air bersih di rumah dan membuat Anda kesulitan untuk mandi atau bahkan sekadar mencuci tangan.

Jika ternyata kita berbagi kekhawatiran yang sama terkait hal ini, Anda berada di halaman yang tepat! Berikut tim Beres.id bagikan 5 permasalahan umum plambing di rumah, lengkap dengan sejumlah solusi yang bisa Anda lakukan sendiri. Selamat menyimak!

Image Credit: Retpost
Image Credit: Retpost

1. Pipa Mampet

Paling menyebalkan bila momen menyadari masalah ini terjadi saat hendak mencuci piring usai sesi makan keluarga. Air akan menggenang dan tidak dapat tersalurkan ke pipa karena mampet. Langkah awal pasti dengan memeriksa bila ada tumpukan sisa-sisa nasi atau jenis makanan lain yang menyumbat di bagian saringan pipa. Namun jika hal tersebut sudah dilakukan dan air masih belum juga jalan, lakukan langkah berikut ini.

Solusi:

  • Coba gunakan plunger atau alat penyedot/pembersih saluran pipa. Sebelum proses pembersihan menggunakan alat ini, ada baiknya Anda siram terlebih dahulu saluran pipa dengan air yang cukup panas agar permukaan yang dibersihkan lebih lembut dan kotoran-kotoran yang menempel jadi lebih mudah diangkat.
  • Berikan cairan campuran yang terdiri dari air panas, baking soda, dan cuka ke dalam saluran pipa.
  • Kenali penyebab mampet untuk hindari kasus serupa terjadi lagi di kemudian hari. Di antara banyaknya kemungkinan, beberapa yang teratas adalah minyak, lemak, serta bekas-bekas makanan lainnya. Biasakan untuk selalu membuang sisa makanan di piring, jika ada, sebelum meletakannya di mesin cuci piring.
Image Credit: Realtor
Image Credit: Realtor

2. Keran Bocor

Klak, Klak, Klak, Klak, Klak… Bunyi paling menyebalkan bagi telinga para pemilik rumah yang berasal dari keran bocor di dapur atau kamar mandi mereka. Bukan hanya soal ketidaknyamanan, keran bocor yang sudah tergolong parah juga berpengaruh terhadap borosnya penggunaan air di rumah.

Solusi:

  • Coba ‘utak-atik’ ring atau cincin pada keran. Tidak menutup kemungkinan benda tersebut tidak dalam posisi yang benar karena tersenggol saat pemakaian sebelumnya.
  • Tutup dengan plester khusus pipa bocor di sumber kebocoran. Ini hanya bersifat sementara, setelahnya Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti keran dengan yang baru atau membongkar keseluruhan bagian dan mencari sumber kebocoran dari dalam.
  • Pastikan Anda memiliki perangkat yang lengkap dalam menangani hal ini. Jika Anda pada dasarnya ragu namun tetap nekat menangani dengan alat seadanya, kebocoran akan semakin parah. Serahkan hal satu ini pada tenaga ahlinya.
Image Credit: cleanipedia
Image Credit: cleanipedia

3. Kerusakan Alat Flush Toilet

Ada dua kemungkinan kerusakan umum (headsup: dua-duanya tidak menyenangkan!) yakni ketika alat flush tidak dapat berhenti bekerja atau alat flush tidak bekerja sama sekali. Masalah pertama terjadi karena terjadi kebocoran pada portal tersalurnya air untuk membersihkan toilet yang seharusnya bisa dikendalikan. Jadi bencana ketika air terus menerus meluap, dan bencana lebih besar bila sedang ada ‘kotoran’ saat itu terjadi. Masalah yang kedua terjadi ketika terjadi penyumbatan pada saluran pipa yang biasanya jadi jalur untuk kotoran pergi ke tempat pembuangan.

Solusi:

  • Untuk flush toilet yang tidak dapat berhenti bekerja, periksa kelayakan valve atau katup yang menjadi pusat kontrol aliran air pada toilet. Bisa jadi katup terlalu kendor atau terjadi malfungsi yang diakibatkan oleh daya kerjanya yang sudah kian memburuk karena sudah terlampau lama digunakan. Jika sudah begini, ganti dengan yang baru.
  • Untuk flush yang tidak bekerja / toilet mampet, lakukan sebagaimana mestinya Anda menangani saluran pipa air yang tersumbat. Selalu asumsikan ada kotoran bandel yang menempel. Lakukan cara tradisional seperti menggunakan plunger, membilasnya dengan cairan campuran baking soda, atau jalan pintas dengan menghubungi jasa sedot WC.
Image Credit: Cara Tercepat
Image Credit: Cara Tercepat

4. Tekanan Air Rendah

Ini tidak kalah menyebalkan. Bayangkan Anda sedang terburu-buru berangkat ke kantor atau sekolah, namun harus terhalang karena shower tidak dapat memberikan Anda cukup air bersih untuk mandi. Penyebab dari hal ini kemungkinan ada pada masalah (kebocoran) pipa, atau kerusakan yang memang dari jaringan atau pusat.

Solusi

  • Tidak sering juga, biang keladi sebatas terletak pada shower cap yang perlu disesuaikan. Jika sudah begini, coba bersihkan kepala shower dengan menyikatnya dan membebaskannya dari berbagai kotoran membandel.
  • Periksa apakah kepala shower sudah terpasang dengan benar. Jika kendor, kencangan. Jika terlalu kencang, sesuaikan sembari mencoba-coba apakah air akan keluar.
  • Ganti kepala shower dengan yang baru. Jangan gegabah bongkar pasang sendiri jika tidak ada latar belakang atau pengalaman terkait sebelumnya. Serahkan pada tenaga ahli untuk lakukan pembongkaran dan pemasangan.
Image Credit: thebesthomeimprovementguide
Image Credit: thebesthomeimprovementguide

5. Pipa Bocor

Salah satu aktor utama dari masalah yang sudah disebutkan sebelumnya. Selain itu, pipa bocor juga berpotensi mengotori rumah dengan genangan air dan nantinya berbahaya bagi para pemilik rumah khususnya Anda yang memiliki si kecil.

Solusi

  • Cari titik-titik (kami harap hanya satu! Well, lebih baik tidak ada sama sekali!) kebocoran dengan melakukan inspeksi menyeluruh. Tandai dan bertindak. Catatan: pastikan Anda telah menutup kran dan membiarkan pipa kering secara alami setelahnya sebelum melakukan langkah-langkah berikut.
  • Amplas secukupnya bagian yang bocor untuk kemudian Anda tempelkan pita perekat tahan air di bagian tersebut. Ini berlaku untuk kebocoran yang belum bersifat serius.
  • Jika perlindungan ganda dirasa perlu, oleskan terlebih dahulu cairan perekat (epoxy) pada bagian yang bocor (pastikan bagian pipa tersebut sudah benar-benar kering secara alami setelah kran dimatikan). Tutupi permukaan dan tunggu hingga beberapa jam dan barulah Anda rekatkan pita perekat tahan air pada permukaan yang diberi epoxy.  
  • Potong bagian yang bocor dan ganti dengan potongan pipa yang baru.  

 

Demikian beberapa solusi yang dapat Anda jadikan referensi di rumah ketika kejadian menyebalkan ini terjadi. Namun perlu diingat, tenaga ahli profesional dan terpercaya banyak tersedia di luar sana dan siap sedia membantu Anda. Mari terhubung dengan beberapa yang terbaik hanya lewat Beres.id.

 

button request jasa


Beri Komentar

EmailAnda tidak akan ditampilkan. Mohon isi kolam yang bertanda Ruas yang wajib ditandai *